Moskow (KABARIN) - Prancis mengutuk keras serangan terhadap Pasukan Sementara PBB di Lebanon (UNIFIL) dan meminta pihak-pihak yang berseteru untuk kembali menegakkan gencatan senjata, kata Kementerian Luar Negeri Prancis.
Pada Minggu (15/3), komando UNIFIL melaporkan pasukannya menjadi target serangan, diduga dari kelompok bersenjata yang tidak terkait pemerintah, dalam tiga insiden terpisah saat patroli di Yater, Deir Kifa, dan Qallawiyah.
Kementerian Luar Negeri Lebanon juga mengecam aksi kekerasan terhadap pasukan penjaga perdamaian tersebut.
"Prancis mengecam keras penembakan yang terjadi beberapa kali terhadap tentara UNIFIL kemarin. Serangan dari kelompok bersenjata non-negara ini tidak dapat diterima."
Prancis meminta semua pihak menahan diri, mematuhi gencatan senjata yang berlaku sejak 26 November 2024, dan mengikuti Resolusi Dewan Keamanan PBB 1701, kata kementerian itu.
Mereka juga menekankan bahwa Hizbullah Lebanon harus melucuti senjatanya, sementara Israel perlu menghentikan operasi darat di wilayah Lebanon.
Awal Maret lalu, roket ditembakkan dari Lebanon ke Israel dan Hizbullah mengaku bertanggung jawab. Tentara Israel membalas dengan serangan besar di beberapa daerah padat penduduk, termasuk Beirut, sehingga ratusan ribu warga harus meninggalkan rumah mereka dan mencari tempat aman di wilayah Lebanon.
Editor: M. Hilal Eka Saputra Harahap
Copyright © KABARIN 2026